Kamis, 19 Juni 2014

Contoh Drama

Kenakalan Remaja Masa Kini

ADEGAN 1
Hari pertama di SMA Rusak Maju Sukohardcity, di kelas X H para siswa sedang memperkenalkan diri . Tapi, ada tiga anak dikelas X H yang sombong dan pilih-pilih teman.
Caecha : Hello friend, nama gue Caecha Clarissa. Gue anak orang kaya, ayah gue pengusaha besar dan yang boleh temenan sama gue cuma anak orang kaya aja.
Arya    : Hoii, nama gue Arya Wiguna. Ayah gue kerjanya pejabat yang sekarang ada di KPK tapi gue bangga kok sama ayah gue. Sama kayak Caecha gue juga maunya temenan cuma sama anak orang kaya.
Alex    : Langsung aja deh yaa, gue Alex Sutejo. Ayah gue kerjanya bupati yang sukanya makan uang rakyat tapi gue tetep kasih dua jempol buat ayah gue. Sama kayak mereka berdua (nunjuk Caecha dan Arya) gue juga maunya cuma temenan sama anak orang kaya.
Liana  : Kenalin nama aku Liana Violana, panggilanku Liana. Semoga kalian senang temenan sama aku. Makasiih
Risti   : Perkenalkan nama aku Saskia Ristiana, panggilanku Risti. Semoga kalian senang temenan sama aku.
Caecha: Heh ! Liana sama Risti, ayah lo berdua kerjanya apaan ?
Liana : Cuma jadi lurah kok.
Risti : Kalau ayahku cuma ketua RW kok.
Rifki : Kenalin nama aku Muhammad Rifki, panggilanku Rifki. Semoga kalian mau terima aku apa adanya.
Arya : Your father the profesii is ?
Alex : Gaya banget lo pakai bahasa inggris .
Rifki : Maksudnya ? (kebingungan)
Caecha : Hah ! Lo nggak ngerti artinya ?
Rifki : Enggak. (menunduk malu)
Caecha : Ya ampun !
Arya dan Alex : hhhuuuuu (sambil melempar kertas kepada Rifki)
KRIING...KRIING. Bel istirahat pun berbunyi, anak-anak berhamburan keluar kelas. Tak terkecuali tiga anak sombong itu.
Adegan 2
Saat istirahat mereka semua bergegas ke kantin, Caecha, Arya, Alex mendekati Rifki yang sedang duduk di taman dekat kantin.
Rifki : (sambil menikmati bekalnya)
Caecha : (menyindir) Dibuatin mama yaa ?
Rifki : Iya, yang buatin sarapan tadi mama. Soalnya aku ingin hemat.
Arya   : Hello... plisss !! Jaman sekarang masak masih dibawain bekal sama mama nya.
Alex    : Heii bro ini kan tahun 2014 (menepuk pundak Rifki lalu menumpahkan bekalnya)
Rifki   : Kok kalian jahat sekali sih sama aku. Apa salah ku ?
Arya    : Elo sih, ini kan sekolah orang kaya dan gaul. Masa tahun 2014 masih bawa bekal. Buat apa ada kantin ? (katanya sinis)
Caecha : Tau nih, malu-maluin aja.
Alex      : Yah biasa, kan anak orang yang tak terpandang.
Arya      : Elo kan udah bawa bekal jadi uang saku lo masih utuh dong. Kasih ke gue aja ! (sambil memegang kerah Rifki )
Rifki     : Salah ku apa sih ? Iya aku emang bukan anak orang kaya. Katanya kalian anak orang kaya, kok malah minta uang sama aku ?
Alex      : Cari masalah ni orang !
Tak sengaja Liana dan Risti melihat kejadian itu, mereka langsung menghampiri Rifki.
Liana     : Eh, ada masalah apa sih ini ?
Risti      : Kamu nggak kenapa-kenapa kan Rif ?
Caecha  : Elo berdua nggak usah ikut campur yaa !
Alex      : Kalian berdua juga mau cari masalah sama kita ?
Arya     : Cha, Lex kita pergi aja deh. Males gue disini, deket orang kampungan kayak mereka.
Chaecha, Arya, Alex pergi dengan tatapan benci. Liana dan Risti langsung bertanya pada Rifki apa yang sebenarnya terjadi.
Risti : Rif, sebenernya tadi ada apa sih ?
Rifki : Cuma masalah kecil kok. Makasih yaa udah bantuin aku.
Liana : Oke, kalau nanti kamu ada masalah kamu bisa minta bantuan kita .
Rifki : Iya. Makasih .
KRIING...KRIING. Obrolan mereka terputus karena bel masuk. Mereka pun segera masuk ke kelas.
Adegan 3
Tak terasa setelah dua jam pelajaran bel pulang pun berbunyi.
Arya : Kita ke tempat biasa yuk. (sambil merangkul Alex)
Alex : SIIAP !
Mereka berdua tak sadar kalau Rifki, Risti, dan Liana di belakang mereka.
Risti : Mereka mau kemana yaa ? Sepertinya mencurigakan.
Rifki : Bagaimana kalau kita ikuti saja ?
Liana : Setuju.
Beberapa saat kemudian Arya dan Alex berhenti di tempat yang sangat mencurigakan. Setelah kami telusuri ternyata itu tempat menjual minuman beralkohol.
Risti : Mereka ngapain disitu ?
Rifki : Iya, jangan – jangan ...
Liana : Lihat merekan minum minuman keras.
Risti : Kita harus kasih tau Caecha !
Liana, Rifki, dan Risti bergegas ke rumah Caecha.
Rifki : Permisi. (sambil mengetuk pintu)
Caecha : Eh, Liana kamu ngapain kesini ? Kamu ngapain juga bawa dua orang ini. (melihat Risti dan Rifki sinis)
Risti : Heh ! Kita kesini maksudnya baik yaa, mau kasih tau hal penting. Sebenernya aku juga nggak mau kesini. Males banget !
Liana : Ayo ikut kita. ( menarik lengan Caecha )
Rifki : Sabar yaa ris, ayo kita ikut .
Risti : Iyaa. (katanya cuek)
Setelah beberapa menit, mereka sampai di tempat yang dimaksud.
Risti : Lihat tuh, temen kamu kayak gitu ! ( menunjuk Arya dan Alex yang batuk-batuk)
Caecha : HAH ! Mereka kok kayak gitu sih, gue pikir mereka cuma nakal biasa. Ternyata ! (sambil menunjukan wajah tidak percaya )
Risti : Ya gitu deh, orang kaya ! Kasihan deh mereka sampai batuk-batuk kayak gitu.
Rifki : Aku tau caranya biar mereka berubah.
Liana : Emang gimana sih ?
Mereka berunding cukup lama, sampai mereka tidak tau kalo ada semut merah disekeliling mereka.
Caecha : Haduh, kaki ku sakit nih digigit semut.
Risti : Lebay deh, klita pindah aja yuk.
Caecha, Risti, Rifki dan Liana sepakat untuk menjalan kan misi mereka besok.
Keesokan harinya ...
Caecha : Heh, kalian berdua kemarin pulangnya kok nggak sama gue sih ?
Arya : Sorry sob, kemarin gue main PS dulu sama Alex. (bicara kebingungan)
Alex : I...iya kok. Kemarin kita cuma belajar IPS. (katanya salah bicara karena gugup)
Caecha : Tadi katanya main PS ?
Arya : Emm, maksud Alex itu main PS bukan belajar IPS. Dia salah ngomong kok.
Caecha : Aneh kalian.
Setelah pulang sekolah Alex dan Arya kembali ke tempat haram itu. Caecha ditemani Risti, Liana dan Rifki mengikuti mereka dari belakang.
Caecha : Doain gue ya guys !
Risti: SIIP !
Caecha menghampiri Alex dan Arya, di tas Caecha sudah ada botol yang isinya air biasa. Botol itu akan ditukarkan dengan botol mereka.
Caecha : Eh, kalian dicari mama kalian tuh ? (sambil menunjuk arah yang ngawur)
Arya : HAH ! Mana ? Mana ? (katanya gugup)
Merka berdua lari menuju arah yang dimaksud Caecha, mereka sampai tidak sadar kalau Caecha mengetahui tempat tongkrongan mereka.
Caecha : Sekarang gue akan tuker minuman mereka !
*Caecha hanya sempat menukar minuman Alex saja, karena memang Caecha hanya membawa satu botol.
Beberapa saat kemudian Arya dan Alex kembali.
Alex : Mana sih ? Elo bohong yaa ?
Caecha : Tadi ada kok, udah ah gue mau pulang dulu .
Arya : Udah ah, ayo kita minum lagi.
Arya dan Alex sudah terlalu banyak minum minuman beralkohol sehingga mereka tidak sadar kalau minumannya sudah ditukar, meskipun hanya botol Alex saja. Sementara itu Caecha menemui Risti, Rifki, dan Liana.
Rifki : Gimana ? Sukses ?
Caecha : Yes, sukses.
Risti : Syukurlah.
Caecha : Hem.
Liana : Kita liat aja nanti perkembangannya.
Risti : Ayo kita pulang.
Adegan 4
Selang beberapa hari, Alex tidak masuk sekolah, sudah 3 hari dia tidak masuk. Kata wali kelas kami dia sakit.
Caecha : Ar, kok Alex nggak masuk sekolah sih ?
Arya : Iya yaa ? Gue nggak tau !
Liana : Ada apa sih ? (Risti, Rifki dan Liana menghampiri Caecha)
Caecha : Li, Alex udah beberapa hari nggak masuk sekolah.
Liana : Kenapa ya dia ? Gimana kalau nanti kita besuk ke rumahnya ?
Risti : Ide bagus.
Rifki : Gue ikut yaa.
Arya : Gue sebenernya juga pengen ikut, gue penasaran sebenernya Alex kenapa ? Tapi gue nanti ada acara keluarga.
Rifki : Yaudah, nanti aku kabarin gimana keadaan Alex.
Arya : Makasih ya rif ...
Sepulang sekolah mereka bergegas ke rumah Alex bersama – sama.
Alex : Kalian, ngapain kesini ?
Caecha : Udah 3 hari elo nggak masuk sekolah. Kenapa ?
Liana : Kok muka elo pucet gitu.
Alex : Kalian masuk dulu deh, gue ceritain di dalam.
Rifki : Iya deh.
Alex : Maafin gue yaa, selama ini gue sering minum minuman keras sama Arya. Sekarang paru-paru gue kena. Kata dokter gue harus banyak istirahat dan nggak boleh mengkonsumsi alkhohol lagi.
Risti : Kita semua udah tau kok tentang itu, dan sekarang kamu petik hasilnya kan ? Terus kamu juga udah ngrasain akibatnya kan ?
Alex : Iya, gue minta maaf.
Caecha : Maafin gue juga yaa, selama ini gue udah pilih-pilih temen. Nggak seharusnya gue kayak gitu. Ris, Rif, kalian mau maafin gue kan ?
Rifki dan Risti : Pasti. Semua manusia kan punya salah.
Liana : Sekarang kita semua temen kan ? Kita nggak boleh nakal lagi.
Alex : Pasti .
Keesokan harinya Caecha, Liana, Risti, Rifki menghampiri Arya , mereka bercerita keadaan Alex yang sebenarnya.
                                              
Caecha : Ya, apa kamu udah tau sebab penyakit keras Alex ?
Arya  : Belum cha, aku juga nggak tau kenapa bisa seperti itu ?
Liana : Dia sakit parah karena kebanyakan minum minuman keras.
Risti : Iya ya, kamu percaya nggak ?
Arya : Hah ! Nggak mungkin Alex sakit cuma gara-gara minuman keras.
Caecha : Udah dong ya ... udah ... kamu udah tau kan akibatnya ?
Risti : Mendingan kamu udahin aja minum-minuman kayak gitu.
Arya : Loh, kalian nuduh aku juga minum-minuman keras ?
Liana : Kita udah tau kok kalau kamu itu juga ikut-ikutan Alex.
Arya : Yaudah kalo kalian nggak percaya sama aku. (kemudian pergi)
Rifki : Kok Arya keras kepala gitu yaa ?
Liana : Yaudah, biarin dia merenung dulu.
Risti : Iyadeh, kita lihat aja besok. Dia masih melanjutkan hobi nya nggak.
Hari selanjutnya ternyata Arya masih minum-minuman keras itu ditempat biasanya. Lalu Caecha, Liana, Rifki dan Risti mendatanginya.
ALL : Nyanyi oplosan.
Arya : Kalian kok gitu sih, lihat aku masih sehat-sehat saja kok. Mungkin Alex emang takdirnya sakit dan sebenernya itu bukan karna alhohol yang ia minum.
Caecha : Ya ... jujur aja yaa ... waktu itu kamu minum-minum sama Alex aku udah tuker air itu dengan air biasa meskipun cuma botol Alex dan sekarang kamu bisa lihat kan, kamu nggak kenapa-kenapa tapi Alex yang sakit. Biar kamu sadar kalau minum-minuman keras kayak gitu bisa ngrusak tubuh kamu.
Arya : Udah deh mendingan kalian pergi aja dari sini.
Caecha : Kamu itu dah di bilangin ngeyel banget sih ! ya udah deh kita pergi aja yuk. Sakit beneran sukurin
Caecha, Risti, Rifki dan Liana meninggalkan tempat tongkrongan Arya itu .
*Setelah beberapa saat mereka pergi .... Arya merenung.
Arya : Iya ya ... benar juga yang mereka katakan ... lebih baik aku tidak menghambur-hamburkan uangku dengan membeli minuman keras itu. Kalau memang benar mereka menggani air minuman itu seharusnya aku berterima kasih kepada mereka semua ... aku akan janji aku tidak akan minum air haram ini lagi. Besok pagi aku akan menemui mereka dan aku akan meminta maaf kepada mereka semua.
*Keesokan harinya Arya benar-benar menepati janjinya, ia datang ke teman-temannya dan meminta maaf. Kebetulan juga hari itu Alex sudah masuk.
( Alex, Chaecha, Liana, Risti dan Rifki sedang ngobrol di dalam kelas sambil menunggu bel masuk)
Arya : Teman-teman ...
Alex : Kamu kenapa kok mukanya sedih gitu ?
Arya : Aku mau minta maaf soal kemarin. Aku ngaku salah, setelah aku merenung ternyata kalian benar juga. Aku nggak mau sakit teman-teman.
Risti : Apa kamu serius ?
Rifki : Iya, nanti kamu ulangin lagi.
Arya : Aku serius.
Liana : Kamu janji ?
Arya : Iya.
Caecha : Bagus deh kalau gitu.
*Sekarang semua keburukan itu menjadi keindahan, lebih indah daripada pasir putih di seberang sana.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar