Kenakalan
Remaja Masa Kini
ADEGAN 1
Hari pertama di
SMA Rusak Maju Sukohardcity, di kelas X H para siswa sedang memperkenalkan diri
. Tapi, ada tiga anak dikelas X H yang sombong dan pilih-pilih teman.
Caecha : Hello friend, nama gue Caecha
Clarissa. Gue anak orang kaya, ayah gue pengusaha besar dan yang boleh temenan
sama gue cuma anak orang kaya aja.
Arya : Hoii, nama gue Arya Wiguna. Ayah gue kerjanya pejabat yang sekarang ada di KPK
tapi gue bangga kok sama ayah gue. Sama kayak Caecha
gue juga maunya temenan cuma sama anak orang kaya.
Alex : Langsung aja deh
yaa, gue Alex Sutejo. Ayah gue kerjanya bupati yang
sukanya makan uang rakyat tapi gue tetep kasih dua jempol buat ayah gue. Sama
kayak mereka berdua (nunjuk Caecha dan Arya) gue juga maunya cuma temenan sama anak
orang kaya.
Liana : Kenalin nama aku Liana Violana, panggilanku Liana. Semoga kalian senang temenan sama aku.
Makasiih
Risti : Perkenalkan nama
aku Saskia Ristiana, panggilanku Risti. Semoga kalian senang temenan sama aku.
Caecha: Heh ! Liana sama Risti, ayah lo berdua kerjanya apaan ?
Liana : Cuma jadi lurah kok.
Risti : Kalau ayahku cuma ketua RW kok.
Rifki : Kenalin nama aku Muhammad Rifki,
panggilanku Rifki. Semoga kalian mau terima aku apa adanya.
Arya : Your father the profesii is ?
Alex : Gaya banget lo pakai bahasa inggris .
Rifki : Maksudnya ? (kebingungan)
Caecha : Hah ! Lo nggak ngerti artinya ?
Rifki : Enggak. (menunduk malu)
Caecha : Ya ampun !
Arya dan Alex : hhhuuuuu (sambil melempar kertas kepada Rifki)
KRIING...KRIING.
Bel istirahat pun berbunyi, anak-anak berhamburan keluar kelas. Tak terkecuali
tiga anak sombong itu.
Adegan
2
Saat istirahat
mereka semua bergegas ke kantin, Caecha, Arya, Alex mendekati Rifki
yang sedang duduk di taman dekat kantin.
Rifki : (sambil menikmati bekalnya)
Caecha : (menyindir) Dibuatin mama yaa ?
Rifki : Iya, yang buatin sarapan tadi mama. Soalnya aku ingin
hemat.
Arya : Hello... plisss !!
Jaman sekarang masak masih dibawain bekal sama mama nya.
Alex : Heii bro ini kan
tahun 2014 (menepuk pundak Rifki lalu menumpahkan bekalnya)
Rifki : Kok kalian jahat
sekali sih sama aku. Apa salah ku ?
Arya : Elo sih, ini kan
sekolah orang kaya dan gaul. Masa tahun 2014 masih bawa bekal. Buat apa ada
kantin ? (katanya sinis)
Caecha : Tau nih, malu-maluin aja.
Alex : Yah biasa, kan
anak orang yang tak terpandang.
Arya : Elo kan udah
bawa bekal jadi uang saku lo masih utuh dong. Kasih ke gue aja ! (sambil
memegang kerah Rifki )
Rifki : Salah ku apa sih
? Iya aku emang bukan anak orang kaya. Katanya kalian anak orang kaya, kok
malah minta uang sama aku ?
Alex : Cari masalah ni
orang !
Tak sengaja Liana
dan Risti melihat kejadian itu, mereka langsung
menghampiri Rifki.
Liana : Eh, ada masalah
apa sih ini ?
Risti : Kamu nggak
kenapa-kenapa kan Rif ?
Caecha : Elo berdua nggak
usah ikut campur yaa !
Alex : Kalian berdua
juga mau cari masalah sama kita ?
Arya : Cha, Lex kita
pergi aja deh. Males gue disini, deket orang kampungan kayak mereka.
Chaecha, Arya, Alex pergi dengan tatapan benci. Liana dan Risti langsung bertanya pada Rifki apa yang sebenarnya terjadi.
Risti : Rif, sebenernya tadi ada apa sih ?
Rifki : Cuma masalah kecil kok. Makasih yaa udah bantuin aku.
Liana : Oke, kalau nanti kamu ada masalah kamu bisa minta bantuan
kita .
Rifki : Iya. Makasih .
KRIING...KRIING.
Obrolan mereka terputus karena bel masuk. Mereka pun segera masuk ke kelas.
Adegan
3
Tak terasa setelah dua jam pelajaran bel
pulang pun berbunyi.
Arya : Kita ke tempat biasa yuk. (sambil merangkul Alex)
Alex : SIIAP !
Mereka berdua tak sadar kalau Rifki, Risti, dan Liana di belakang mereka.
Risti : Mereka mau kemana yaa ? Sepertinya mencurigakan.
Rifki : Bagaimana kalau kita ikuti saja ?
Liana : Setuju.
Beberapa saat
kemudian Arya dan Alex berhenti di tempat yang sangat
mencurigakan. Setelah kami telusuri ternyata itu tempat menjual minuman
beralkohol.
Risti : Mereka ngapain disitu ?
Rifki : Iya, jangan – jangan ...
Liana : Lihat merekan minum minuman keras.
Risti : Kita harus kasih tau Caecha !
Liana, Rifki, dan Risti bergegas ke rumah Caecha.
Rifki : Permisi. (sambil mengetuk pintu)
Caecha : Eh, Liana kamu ngapain kesini ? Kamu ngapain juga
bawa dua orang ini. (melihat Risti dan Rifki sinis)
Risti : Heh ! Kita kesini maksudnya baik yaa, mau kasih tau hal
penting. Sebenernya aku juga nggak mau kesini. Males banget !
Liana : Ayo ikut kita. ( menarik lengan Caecha )
Rifki : Sabar yaa ris, ayo kita ikut .
Risti : Iyaa. (katanya cuek)
Setelah beberapa menit, mereka sampai di
tempat yang dimaksud.
Risti : Lihat tuh, temen kamu kayak gitu ! ( menunjuk Arya dan Alex yang batuk-batuk)
Caecha : HAH ! Mereka kok kayak gitu sih, gue pikir mereka cuma
nakal biasa. Ternyata ! (sambil menunjukan wajah tidak percaya )
Risti : Ya gitu deh, orang kaya ! Kasihan deh mereka sampai
batuk-batuk kayak gitu.
Rifki : Aku tau caranya biar mereka berubah.
Liana : Emang gimana sih ?
Mereka berunding
cukup lama, sampai mereka tidak tau kalo ada semut merah disekeliling mereka.
Caecha : Haduh, kaki ku sakit nih digigit semut.
Risti : Lebay deh, klita pindah aja yuk.
Caecha, Risti, Rifki dan Liana sepakat untuk menjalan kan misi mereka
besok.
Keesokan harinya ...
Caecha : Heh, kalian berdua kemarin pulangnya kok nggak sama gue sih
?
Arya : Sorry sob, kemarin gue main PS dulu sama Alex. (bicara kebingungan)
Alex : I...iya kok. Kemarin kita cuma belajar IPS. (katanya salah
bicara karena gugup)
Caecha : Tadi katanya main PS ?
Arya : Emm, maksud Alex itu main PS bukan belajar IPS. Dia salah
ngomong kok.
Caecha : Aneh kalian.
Setelah pulang
sekolah Alex dan Arya kembali ke tempat haram itu. Caecha ditemani Risti, Liana dan Rifki mengikuti mereka dari belakang.
Caecha : Doain gue ya guys !
Risti: SIIP !
Caecha menghampiri Alex
dan Arya, di tas Caecha
sudah ada botol yang isinya air biasa. Botol itu akan ditukarkan dengan botol
mereka.
Caecha : Eh, kalian dicari mama kalian tuh ? (sambil menunjuk arah
yang ngawur)
Arya : HAH ! Mana ? Mana ? (katanya gugup)
Merka berdua lari
menuju arah yang dimaksud Caecha, mereka sampai tidak sadar kalau Caecha mengetahui tempat tongkrongan mereka.
Caecha : Sekarang gue akan tuker minuman mereka !
*Caecha hanya sempat menukar minuman Alex saja, karena memang Caecha hanya membawa satu botol.
Beberapa saat kemudian Arya dan Alex kembali.
Alex : Mana sih ? Elo bohong yaa ?
Caecha : Tadi ada kok, udah ah gue mau pulang dulu .
Arya : Udah ah, ayo kita minum lagi.
Arya dan Alex sudah terlalu banyak minum minuman
beralkohol sehingga mereka tidak sadar kalau minumannya sudah ditukar, meskipun
hanya botol Alex saja. Sementara itu Caecha menemui Risti,
Rifki, dan Liana.
Rifki : Gimana ? Sukses ?
Caecha : Yes, sukses.
Risti : Syukurlah.
Caecha : Hem.
Liana : Kita liat aja nanti perkembangannya.
Risti : Ayo kita pulang.
Adegan
4
Selang beberapa
hari, Alex tidak masuk sekolah, sudah 3 hari dia
tidak masuk. Kata wali kelas kami dia sakit.
Caecha : Ar, kok Alex nggak masuk sekolah sih ?
Arya : Iya yaa ? Gue nggak tau !
Liana : Ada apa sih ? (Risti, Rifki dan Liana menghampiri Caecha)
Caecha : Li, Alex udah beberapa hari nggak masuk sekolah.
Liana : Kenapa ya dia ? Gimana kalau nanti kita besuk ke rumahnya ?
Risti : Ide bagus.
Rifki : Gue ikut yaa.
Arya : Gue sebenernya juga pengen ikut, gue penasaran sebenernya Alex kenapa ? Tapi gue nanti ada acara keluarga.
Rifki : Yaudah, nanti aku kabarin gimana keadaan
Alex.
Arya
: Makasih ya rif ...
Sepulang sekolah mereka bergegas ke rumah Alex bersama – sama.
Alex : Kalian, ngapain kesini ?
Caecha : Udah 3 hari elo nggak masuk sekolah. Kenapa ?
Liana : Kok muka elo pucet gitu.
Alex : Kalian masuk dulu deh, gue ceritain di dalam.
Rifki : Iya deh.
Alex : Maafin gue yaa, selama ini gue sering minum minuman keras
sama Arya. Sekarang paru-paru gue kena. Kata dokter
gue harus banyak istirahat dan nggak boleh mengkonsumsi alkhohol lagi.
Risti : Kita semua udah tau kok tentang itu, dan sekarang kamu
petik hasilnya kan ? Terus kamu juga udah ngrasain akibatnya kan ?
Alex : Iya, gue minta maaf.
Caecha : Maafin gue juga yaa, selama ini gue udah pilih-pilih temen.
Nggak seharusnya gue kayak gitu. Ris, Rif, kalian mau maafin gue kan ?
Rifki dan Risti : Pasti. Semua manusia kan punya salah.
Liana : Sekarang kita semua temen kan ? Kita nggak boleh nakal
lagi.
Alex : Pasti .
Keesokan harinya
Caecha, Liana, Risti, Rifki menghampiri Arya , mereka bercerita keadaan Alex
yang sebenarnya.
Caecha : Ya, apa kamu udah tau sebab penyakit
keras Alex ?
Arya :
Belum cha, aku juga nggak tau kenapa bisa seperti itu ?
Liana : Dia sakit parah karena kebanyakan minum
minuman keras.
Risti : Iya ya, kamu percaya nggak ?
Arya : Hah ! Nggak mungkin Alex sakit cuma
gara-gara minuman keras.
Caecha : Udah dong ya ... udah ... kamu udah tau
kan akibatnya ?
Risti : Mendingan kamu udahin aja minum-minuman
kayak gitu.
Arya : Loh, kalian nuduh aku juga minum-minuman
keras ?
Liana : Kita udah tau kok kalau kamu itu juga
ikut-ikutan Alex.
Arya : Yaudah kalo kalian nggak percaya sama
aku. (kemudian pergi)
Rifki : Kok Arya keras kepala gitu yaa ?
Liana : Yaudah, biarin dia merenung dulu.
Risti : Iyadeh, kita lihat aja besok. Dia masih
melanjutkan hobi nya nggak.
Hari
selanjutnya ternyata Arya masih minum-minuman keras itu ditempat biasanya. Lalu
Caecha, Liana, Rifki dan Risti mendatanginya.
ALL
: Nyanyi oplosan.
Arya : Kalian kok gitu sih, lihat aku masih
sehat-sehat saja kok. Mungkin Alex emang takdirnya sakit dan sebenernya itu
bukan karna alhohol yang ia minum.
Caecha : Ya ... jujur aja yaa ... waktu itu kamu minum-minum sama
Alex aku udah tuker air itu dengan air biasa meskipun cuma botol Alex dan
sekarang kamu bisa lihat kan, kamu nggak kenapa-kenapa tapi Alex yang sakit.
Biar kamu sadar kalau minum-minuman keras kayak gitu bisa ngrusak tubuh kamu.
Arya : Udah deh mendingan kalian pergi aja dari sini.
Caecha : Kamu itu dah di bilangin ngeyel banget
sih ! ya udah deh kita pergi aja yuk. Sakit beneran sukurin
Caecha, Risti, Rifki dan Liana meninggalkan
tempat tongkrongan Arya itu .
*Setelah beberapa saat mereka pergi ....
Arya merenung.
Arya : Iya ya ... benar juga yang mereka katakan ... lebih baik aku
tidak menghambur-hamburkan uangku dengan membeli minuman keras itu. Kalau memang benar mereka menggani air minuman itu
seharusnya aku berterima kasih kepada mereka semua ... aku akan janji aku tidak
akan minum air haram ini lagi. Besok pagi aku akan menemui mereka dan aku akan
meminta maaf kepada mereka semua.
*Keesokan harinya
Arya benar-benar menepati janjinya, ia datang ke teman-temannya dan meminta
maaf. Kebetulan juga hari itu Alex sudah masuk.
( Alex, Chaecha, Liana,
Risti dan Rifki sedang ngobrol di dalam kelas sambil menunggu bel masuk)
Arya : Teman-teman ...
Alex : Kamu kenapa kok mukanya sedih gitu ?
Arya : Aku mau minta maaf soal kemarin. Aku ngaku salah, setelah
aku merenung ternyata kalian benar juga. Aku nggak mau sakit teman-teman.
Risti : Apa kamu serius ?
Rifki : Iya, nanti kamu ulangin lagi.
Arya : Aku serius.
Liana : Kamu janji ?
Arya : Iya.
Caecha : Bagus deh kalau gitu.
*Sekarang semua
keburukan itu menjadi keindahan, lebih indah daripada pasir putih di seberang
sana.